Tanggal 11-13 Oktober 2019 bertempat di Padepokan Padhangjiwa Nusantara Turi Sleman akan diadakan Workshop Musik Bambu. Workshop ini merupakan kolaborasi Sekolah Warga Humawara dengan Mang ‘nCep Bilal dari Saung Gema 27 Ciamis. Sebenarnya Mang Bilal ditemani Mang Deni Weje, namun beliau lanjut ke acara Merintis Sekolah Merdeka di SALAM-nya, Pak Toto Rahardjo.

Workshop terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama kali ini dimulai dengan memilih bahan bambu langsung dari bumi Sleman. Dibersamai Mang Bilal kawan-kawan workshop berangkat ke tempat Mas Totok di dukuh Mangunan, Turi, Sleman guna memilah-milih mana bahan yang cocok untuk dibuat alat musik.

Lalu atas ijin mas Totok, kawan Gerbang Sleman dibawalah peserta workshop menuju kebun bambu milik keluarga besarnya. Di kebun ini berbagai macam bambu tersedia, juga terlihat beberapa pohon unik seperti Gayam, Pucung, Salam, Nangka dan Mahoni.

Sebelum memulai memilah dan menebang pohon bambu Mang Bilal mengajak kawan-kawan untuk duduk berdoa kepada Sang Khalik karena bambu akan dibuat peralatan yang tak hanya menghibur banyak orang, namun juga pewarisan musik tradisi para pendahulu.

Kemudian dimulailah penebangan bambu-bambu yang terpilih. Beberapa dipotong dalam bilah-bilah kecil, beberapa dipotong dari ruas ke ruas. Rencananya Mang Bilal akan mengajari peserta workshop membuat Karinding dan Celempuk (alat musik mirip kendang namun bahannya berasal dari bambu dan dipukul).

Demikian memilih bahan berlanjut sampai menjelang magrib, kemudian kembali ke Padepokan Padhangjiwa Nusantara di Turi. Untuk berbicara juga sekedar ngopi bersama.

Turi, 11 Oktober 2019

Workshop Musik Bambu -1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *