Pernah menyaksikan acara kenaikan kelas, atau perpisahan sekolah, atau PHBI di Madrasah? dimana anak usia 4-6 Tahun ditampilkan untuk Membaca Hafalan Surat Pendek dan Doa, atau bernyanyi, atau menari.

anak seusia itu jarang yang bisa tampil tanpa kekurangan, entah pada panjang-pendek bacaan, ketepatan ‘makhroj’, singkron antara lagu dan musik, kompak gerakan dengan musik, bahkan tak sedikit yang kadang malah ada juga kesalahan yang keluar dari mulutnya. tapi, apapun kekurangan yang terjadi, Orang tua yang hadir, Guru dan siapapun yang menyaksikan akan menghadiahi Tepuk Tangan nan meriah selepas penampilan itu.

tentu yang dinilai oleh Penepuk Tangan bukanlah kesempurnaan Tampil, tapi kemauan, keberanian dan kesungguhan Anak. selain itu, tentu karena Cinta para guru dan orangtua lebih besar dari sekedar urusan ‘teknis’.

KPJ Ciamis memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Yasinan dan Debaan di Rumah Kontrakan Bersama yang baru beberapa hari ditinggali. Boleh saja siapapun berkata “Kok Maulid Nabi begitu Acaranya, Fals Bacaannya, dan seterusnya…”. tapi, satu hal yang pasti, bahwa Cinta Gusti Allah dan Kanjeng Nabi kepada Umatnya jauh lebih besar dibanding Cinta Orang Tua kepada anak, dan Guru kepada Murid.

Ustadz, KAPOLSEK, Perwakilan Karang Taruna Kabupaten, Pak RT, RW dan beberapa Warga Setempat, Mahasiswa dan KPJ kompak bertawasul, membaca Yasin dan Deba.

setelah itu, semuanya saling menyambung rasa lewat diskusi ringan yang tak lepas candaan dan saling memberi kebahagiaan. kemudian sebagian pulang dengan membawa ‘bingkisan’, dan sebagian makan bersama makanan yg dulur-dulur KPJ sendiri yg memasaknya.

Hatur Nuhun Dulur-dulur KPJ. teruslah bersaudara dan mempersaudarakan. yakinlah apa yang dilakukan dulur-dulur bisa membuat Tuhan Tersenyum, karena Tuhanmu, Tuhan bagi siapa saja. (Deni Weje)

Tuhan mereka, Tuhan bagi siapa saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *