Sejak dua bulan menjelang berjalannya Temu Nasional, grup whatsapp internal kawan-kawan GERBANG sudah sangat ramai, semacam ada list siapa-siapa saja yang berangkat. 107 kawan dari seluruh Jawa bergeser ke Jombang, tentu jumlah ini akan lebih banyak mengingat banyak kawan-kawan yang menjadi tuan rumah perhelatan juga turut mengambil andil jauh sebelum hari-H. Sangat terima kasih kepada tuan rumah atas semua sajian dan kepengayoman yang diberikan.

Relasi persaudaraan ini mengalir begitu saja, ketika kawan-kawan merelakan waktu, uang, ide, bahkan sejenak berpisah dengan pekerjaan dan keluarga dirumah hanya untuk bertemu dengan saudara-saudara di Gerakan Anak Bangsa. Ulang-aliknya terasa sekali, menuju-dituju seperti semua jalan tempuh anak manusia.

Satu persatu peserta TENAS datang, bertemu, kemudian makan, bercengkrama sambil rokok-an. Seperti rindu yang berbayar tuntas ketika perjumpaan demi perjumpaan digelar. Bahkan perkenalan dan perjumpaan baru mengisi relung-relung waktu sebelum sarasehan berlangsung. Selain basa-basi bertanya kabar, yang seperti biasa terjalin temu nasional adalah tukar menukar informasi soal ekonomi, kondisi terkini, maupun perubahan-perubahan sosial politik. Seperti kita tahu akhir-akhir ini ada banyak pihak yang saling memprovokasi NU-MU agar terus berhadapan yang kemudian Majelis Ilmu Nahdlatul Muhammadiyin mengeluarkan maklumatnya. Beberapa kawan GERBANG juga ikut serta dalam penyusunan maklumat tersebut.

Selama tiga hari Temu Nasional digelar, membahas sebuah tema besar : ” Keluarga yang kuat, dan menguatkan” , akhirnya dirumuskanlah hasil Temu Nasional kali ini sebagai berikut :

GERAKAN ANAK BANGSA
Rumusan Hasil TENAS Ke-8
Jombang, 6-8 Maret 2020

  • 1). Mendorong dibentuknya Sekolah Warga di berbagai daerah yang belum ada. Sekolah Warga yang tidak aktif untuk mengaktifkan kembali. Sekolah Warga yang sudah ada untuk terus menyempurnakan gerakannya. Serta berupaya untuk terus memperluas jangkauan.
  • 2). Mengupayakan berdirinya Sekolah Warga khusus sebagai di bidang pengobatan, pertanian, perbintangan, pranata mangsa, pertanahan dan pendalaman naskah-naskah Nusantara.
  • 3). Menyelenggarakan Santiaji Sekolah Warga di setiap Sekolah Warga yang sudah berjalan.
  • 4). Pada sedulur Gerbang untuk mengoptimalkan fungsi industriwarga.com sebagai Marketplace Gerbang
  • 5). Membentuk Gerbang Business Center (GBC) di setiap daerah, sebagai upaya saling kerjasama dan bergandengan tangan untuk kesejahteraan bersama.
  • 6). Merancang formula lembaga keuangan milik warga Gerbang, semacam Bank Mandoro atau sejenisnya. Setiap sedulur punya hak untuk mengusulkan bentuk dan desainnya.
  • 7). Melanjutkan upaya menemukan bentuk Lumbung Warga sebagai lembaga ketahanan pangan, energi dan kesehatan warga Gerbang.
  • 8). Terus menerus menjaga hubungan baik antar sedulur Gerbang sebagai bentuk interaksi antar pribadi yang luhur serta soliditas keluarga sebagai pilar utama perjuangan Gerbang.

Demikian temu nasional berlangsung dengan sangat bahagia, bahkan dengan tangis-haru untuk meluapkan segala kebahagiaan, kecintaan akan kewajaran, penjagaan akan keseimbangan dan juga munculnya benih-benih harapan untuk persambungan dengan masa lalu, dan relasi dengan visi di masa depan. Tentu pula untuk nilai inti bersama sebagai warga yang Mandoro, yang mandiri dan bergotong royong. Maka mau tidak mau memulainya harus dari bagian paling kecil sebuah massa, yaitu keluarga.

Baik keluargamu secara biologis, keluargamu secara ideologi, secara nilai-nilai yang diperjuangkan bersama, keluargamu dalam bisnis dan ekonomi, keluargamu dalam perjalanan-perjalanan sunyi baik persambungan dengan sesama manusia, maupun dengan yang bukan manusia. Dengan semesta, dengan alam sekitar disekeliling kita, dengan empat unsur inti air, tanah, udara dan api dan dengan cinta kita kepada semua guru-guru dan semua yang kita jadikan sumur.

Juga tentu untuk Gusti Allah yang terus menjaga kita semua, melelapkan kita sejenak dengan tidur-Nya. Supaya setiap manusia bisa istirahat sejenak dari kelelehan, dari kepenatan akan banyak hal juga mengisi kembali tenaga untuk mengusahakan apa-apa saja yang dihari kedepan ingin diperjuangkan. Karena memang ini perjuangan jangka panjang, yang butuh tubuh yang sehat, serta nafas yang kuat untuk menemani disetiap langkah,

Waktu berlalu, semua peserta temu nasional kemudian kembali ke tanah-tanah tempat mereka di takdirkan, pada keluarga, pekerjaan, rutinitas, dan masalah yang menempa mereka. Selamat pulang dan kembali. Semoga keberkahan terus menjalar ke semua mahkluk.

Yogyakarta, 11 Maret 2020
Indra Agusta

TENAS VIII | Keluarga yang kuat dan menguatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *