Kesekian kalinya, Gerakan Anak Bangsa (GERBANG) Cilacap melahirkan kembali sekolah warga yang ke-6. Setelah SW Insan Mahardika, SW Paradesa, SW Rinjani Satu, SW Panguripan dan SW Cahaya Timur, kini lahirlah Sekolah Warga Babad Aksara.

Pada hari selasa, 16 Juni 2020 bertempat di kediaman Bapak Subekti Sukur atau Kang Galuh di Jln. Badak 1 RT 03/ 01 Mertasinga, Cilacap Utara, yang sekaligus menjadi pusat kegiatan sekolah warga, berlangsunglah acara “SOFT OPENING SEKOLAH WARGA BABAD AKSARA”

Sedikit lebih malam dari agenda yang terjadwalkan, tepat pada pukul 20.30 WIB acara di buka oleh Bp. Tarsono Ayo (Mbah Ayo) selaku pembawa acara di acara tersebut. Membuka acara dengan mengucap salam dan selamat datang kepada Perwakilan Lembaga Desa yang sudah menyempatkan hadir yaitu yang mewakili pada kesempatan ini Bpk. H. Karsim Abdul Karim (Katua RW 01) Bpk. H. Kuswan (Ketua RT 03/01), Bpk Warno (Katua RT 04/01), Bpk. Tri Y (Ketua RT 05/01) dan seluruh Sedulur GERBANG yang hadir tanpa terkecuali.

Selanjutnya beliau membacakan serangkaian acara pada malam ini, dari sambutan sampai dengan penutup mengingat waktu yang sudah malam dan keterbatasan waktu sehingga tanpa berlama-lama beliau memberikan waktu untuk sambutan kepada shohibul hajat yang pada malam ini di wakili oleh kang Rizky (Pegiat SW Babad Aksara).

Kang rizky mengucapkan terimakasih kepada sedulur yang telah meluangkan waktu sempatnya menyambangi agenda Tasyakuran Soft Opening Sekolah Warga Babad Aksara. Kang rizky mengulas sedikit tentang GERBANG (Gerakan Anak Bangsa) yang mana Sekolah Warga merupakan salah satu produk dari 3 Pilar Gerbang yaitu Sekolah Warga, Lumbung Warga dan Industri Warga.

Kang rizky juga mohon do’a restu dan dukungan dari perwakilan lembaga desa, tokoh agama dan sedulur GERBANG Nusantara yang hadir. Semoga apa yang kang Rizky dan teman-teman Babad Aksara lakukan dapat memberikan manfaat kepada sesama terutama lingkungan sekitar.

Selanjutnya sambutan kedua disampaikan oleh Bpk. H. Karsim Abdul Karim (Ketua RW) selaku perwakilan Lembaga Desa, beliau mengapresiasi adanya Sekolah Warga. Beliau banyak berharap dengan adanya sekolah warga ini bisa memberikan banyak manfaat untuk sekitar, “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama manusia).

Meskipun sekolah ini Gratis tapi jika bisa membuktikan kebermanfaatannya untuk warga disini khususnya, InsyaAlloh lingkungan tidak akan diam, pasti akan kami dukung baik secara moril maupun materiil.

Menginjak pada acara selanjutnya yang merupakan acara inti yaitu Soft Opening Sekolah Warga Babad Aksara, dilakukan secara Ceremonial dan Simbolik yang menandakan bahwa Sekolah Warga Babad Aksara resmi di buka.

Kemudian acara di tutup dengan pembacaan Do’a oleh satu satu tokoh agama di lingkungan tersebut di lanjutkan dengan menikmati hidangan sembari di suguhi alunan musik dari sedulur SW Babad Aksara yang Kebetulan Kelas Musik menjadi Kelas Pertama dan Unggulan di Sekolah Warga Babad Aksara.

Tidak berhenti disitu, setelah semuanya selesai menikmati hidangan Kemudian Kang Onos (Pengampu SW Paradesa) mengambil alih acara tersebut dengan membuka Forum Sharing dan Diskusi terkait Sekolah Warga.

Kang onos menyampaikan selamat datang kepada tamu dari GERBANG/Sekolah Warga Ciamis yaitu Kang Deny dan Kang Ebel. Kang onos juga memperkenalkan Sekolah Warga yang ada di Cilacap beserta pengampunya yamg kebetulan pada malam hari ini hadir dengan formasi lengkap, Yaitu :

  1. Sekolah Warga Insan Mahardika, Pengampu: Kang Yasin Faturizki (Jalan Raya Pahonjean KM 02 Pahonjean Majenang)
  2. Sekolah Warga Paradesa, Pengampu: Kang Onos (Jl. Slamet Riyadi- Pucung Kidul, Kroya Cilacap Tepatnya di Belakang Alfamart Pucung).
  3. Sekolah Warga Rinjani Satu, Pengampu: Kang Alan (Jl. Rinjani Gg 1 no 134 Rt 06/16 Sidanegara – Cilacap Tengah).
  4. Sekolah Warga Panguripan, Pengampu; Kang Gesang ( Jl. Dr. Soetomo RT 04/15 Sidakaya, Cilacap Selatan (Toko Bagus)).
  5. Sekolah Warga Cahaya Timur, Pengampu: Kang Fajar ( Jl. Delima RT 03/ 02 Desa Jeruklegi Wetan Kab Cilacap tepatnya di Belakang pasar Jeruklegi).
  6. Sekolah Warga Babad Aksara, Pengampu: Kang Galuh.
    (Jln. Baxdak 1 RT 03/ 01 Mertasinga,-Cilacap Utara).

Setelah memperkenalkan Ke-6 Sekolah Warga di Cilacap, Kang Onos memberikan waktu kepada Kang Deny untuk sharing dan memberikan wejangan kepada Sekolah Warga Babad Aksara. Kang Deny menceritakan asal mula munculnya Sekolah Warga.

SW hadir dari kegelisahan sekumpulan orang-orang yang “telat sadar” ungkap kang Deny. Apa yang seharusnya di dapet di sekolah untuk bekal kita melanjutkan kehidupan dan mengembangkan potensi diri tidak kita dapatkan di bangku sekolah. Alkisah, munculan ide untuk membuat sekolah warga gratis yang di beri nama Sekolah Warga Motékar di Ciamis. Dengan konsep “Mencari Jalan Sambil Berjalan” karena pada saat itu Sakola Motékar belum menentukan formula yang tepat untuk program kelas yang akan di buka. Namun berkat keikhlasan dan keistiqomahan para pegiatnya, Sekolah Motékar hingga saat ini sudah sangat berkembang, dari kelas untuk anak-anak, remaja bahkan orang tuanya hingga ada kerjasama dengan dinas-dinas terkait bahkan Sakola Motékar menjadi Bahan Percontohan Sekolah Warga di Ciamis dan Jawa Barat. Itu semua di dapet dengan Perjuangan teman-teman semua para pegiat sekolah warga.

Kang Deny memberikan selamat dan dukungan kepada Sekolah Warga Babad Aksara yang pada malam hari ini resmi di buka. Kita sama-sama mencari jalan sambil berjalan. Hidup itu bukan tentang materi tapi seberapa manfaat kita hidup. Prinsipnya semua orang adalah Guru dan nantinya Sekolah Babad Aksara akan menginventarisir kebutuhan anak-anak disini. Imbuh kang deny.

Setelah kang Deny sharing tentang Sekolah Warga kemudian kang Onos mempersilahkan kepada sedulur SW Babad Aksara untuk berbagi cerita asal mula membuka Sekolah Warga, yang di wakili oleh Kang Gesang (Pengampu SW Panguripan) adalah beliau juga sebagai orang yang berjasa mensuport kegiatan SW Babad Aksara. Kang Gesang menceritakan bahwa awal mula kenal dengan teman-teman babad aksara pada sebuah kegiatan Pasemuan Bebrayan (Simpul Maiyah di Cilacap) semenjak itu Kang Gesang melihat potensi-potensi Kang Rizky, kang galuh dan teman-teman dalam bidang musik.

Alkisah kang Gesang membuat ide untuk mewadahi potensi teman-teman dalam sebuah wadah sekolah warga dan kemudian menawarkan kepada teman-teman selain untuk mengembangkan potensi musiknya juga mengajarkan ilmu yg di milikinya dalam hal musik.
Singkat cerita, Setelah dikoordinasikan dengan sedulur GERBANG NUSANTARA, Alhamdulillah bisa terealisasi.

Kemudian kang Onos juga memberikan kesempatan kepada masing-masing Pengampu sekolah warga di cilacap yg di wakili oleh kang alan (Pengampu SW Rinjani satu) dan Kang Fajar (Pengampu SW Cahaya Timur) untuk memberikan motivasi dan sharing bagaimana awal mula membuka sekolah warga gratis untuk umum. Masing-masing mereka mengungkapkan bahwa konsep “Mencari jalan sambil berjalan” memang benar-benar diterapkan sampai saat ini.

Alhamdulillah sampai hari ini Sekolah Warga di cilacap khususnya masih bisa mempertahankan eksistensinya, SW Rinjani satu dengan program unggulannya Kelas Bahasa Inggris yg diampu oleh kang Alan terdapat murid sekitar 18 anak dalam setiap kelasnya. Selain di SW Rinjani satu, kang alan juga mengajar di SW Paradesa dan SW Panguripan. Selain itu juga ada kelas tajwid dan kelas surfing.

Kemudian SW Cahaya timur dengan program unggulannya fokus pada pembelajaran anak seperti kelas menggambar, melukis dan menanam sampai hari ini terdapat murid sekitar 20 anak disetiap pembelajarannya. SW Paradesa dengan program unggulannya sekolah setir mobil yang sudah sampai pada pertemuan ke-39 dengan murid 25 di setiap minggunya dan program kelas lain seperti Kelas Photografer, Kelas Broadcasting, Kelas Bahasa Inggris dan Kelas Pranata mangsa. Begitupun dengan sekolah warga yang lainnya dengan keunggulan kelas masing-masing sesuai dengan bakat dan minatnya untuk menginventarisir kebutuhan anak-anak.

Sebelum menutup acara sharing, kang Onos juga meminta kepada salah satu tamu dari sebuah paguyuban di Cilacap, yaitu Kang Wawan Sumitro, beliau Ketua Paguyuban Wisata Kampung Pendekar, Pasar tradisional dengan konsep tempo dulu yang selain menyajikan kuliner tradisional juga menyajikan pengetahuan uri-uri budaya jawa dengan menampilkan berbagai seni budaya jawa baik dari seni musik, tari, silat dll kepada pengunjung.

Kang wawan mengungkapkan kegembiraannya bisa bergabung bersama sedulur GERBANG Nusantara di Cilacap dan merasa penasaran dengan adanya sekolah warga karena selama ini yg ia ketahui tentang sekolah warga hanya lewat sosial media dan berharap bisa diterima untuk saling belajar bersama.

Selain itu Mbah Ayo, yg merupakan sesepuh juga memberikan testimoninya terhadap sekolah warga, dengan umurnya yang tidak muda lagi tetapi semangatnya yang tak tertandingi. Sedari awal mendengar akan di bukanya sekolah warga di lingkungannya, beliau sudah sangat antusias. Beliau sangat menyukai kegiatan-kegiatan sosial. Dan berharap juga bisa di terima dengan baik di kegiatan-kagiatan sekolah warga nantinya.

Setelah semuanya sharing kegiatan sekolah warga, pada pukul 22. 45 WIB acara soft opening sekolah babad aksara di tutup dengan bacaan Hamdalah.

Dalam penutupannya kang onos mewakili Sedulur Gerbang Nusantara kembali mengucapkan selamat dan sukses atas di buka-nya sekolah warga Babad Aksara,

Sayonara,_

SEDULUR SELAWASE, TANDANG SETUNTASE.

Cilacap, 16 Juni 2020
Hilya adelia

SOFT OPENING SEKOLAH WARGA BABAD AKSARA, CILACAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *