Pagi hari, sedikit mendung tak menyurutkan langkah dua pasang bocah sibar untuk menagih janji soal ‘JJPC’ (jalan-jalan pagi ceria) yang diinfokan dari semalam. Jalan pagi ini diadakan karena masih tanggal merah, libur tahun baru dan sekolah masih libur. Sedianya anak-anak sibar kira-kira belasan sudah tahu informasi JJPC, namun harus maklum karena suasana liburan belum banyak yang datang. Akhirnya tetap tandang. Sembari menunggu teman-teman yang sudah datang diajak melihat-lihat TMSI ( Taman Mini Sibar Indah).

Tak sabar menanti kedatangan sang mentari yang mencuat dari balik bukit menembus awan kelabu. Udara berhembus segar diiringi kicauan burung pipit nan merdu.
pak..ayo katanya mau jalan-jalan” kata salah seorang anak Sibar.
Satu jam sehabis sholat subuh dan kamipun mengangguk bergegas JJPC.

Meski hanya berdua saja, bocah itu membuat kami tersenyum sambil mengacungkan jempol ke arah mereka berdua, memberi pujian kecil betapa semangatnya mereka. Tak lama mereka menuju areal persawahan yang menghampar diselimuti embun pagi. Di sela-sela pohon pisang yang hijau permai, mereka menyaksikan sendiri petak sawah yang baru saja di garap, diratakan dan siap ditanami padi.

Anak-anak mendapat pelajaran baru bahwa pelepah pisang bisa diambil getahnya untuk kulit yang kena luka luar dan baru dan jika dioleskan luka baru itu akan segera sembuh. Anak sibar baru tahu ternyata getah pelepah ada manfaatnya tanpa mencari obat merah atau sejenisnya. Allah Maha Murah.

Ini adalah daerah kota namun masih kental suasana pedesaannya, miris sekali ketika di jalan menuju area sawah lihat jalanan pada jeblok dikarenakan bekas parkir Truk muatan berat dan anakpun mulai tahu…. Ohh betapa tak pakai aturan para pemilik tomat ( toko material) itu…. Itu….Tuhan tidak istirahat.

Belajar buat masa depan, sawah mulai berkurang dengan padatnya bangunan pabrik, gedung-gedung dan sejenisnya. Maka para petani enggan menggarapnya menjadi sebagian aliran air tak masuk dari kali ke areal sawah.

Ya Allah… Kenapa ini?

Anak-anak minimal dikenalkan sinau sebab akibat. Namun syukur sekali ada belalang, wajah ceriapun masih nampak ketika ke area sawah yang tak ditanami padi karena masih ada belalang…Alhamdulillah..

Pada aaat berkumpul bareng anak-anak sibar dua bocah itu menceritakan dengan lugu yang dia tangkap hasil sibar pagi tadi supaya teman-teman mengetahui apa yang dialami kedua anak tersebut.
Benar-benar beda Antara Mendengar, saya lupa. Melihat, saya ingat. “
Melakukan, saya paham. Menemukan sendiri, saya kuasai.”


Bumirejo, 1 Januari 2020
Pak Guru Zen, Sekolah Warga SIBAR.

SIBAR |Belajar dari belalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *