SEKOLAH WARGA DIGERAKKAN OLEH-NYA

Melihat greget dan gairah teman-teman dalam berkegiatan, berekspresi, eksplorasi apapun. Rasa-rasanya harapan Indonesia Baru bukanlah bualan, tapi nyata.

Apapun itu, baik yang dilakukan Mas Guru Zen dg “Anak Jawa”nya, Om Denny dengan dolanan khas Sunda Tempoe Doeloe nya, mas Tri Nganjuk dg penemuan filosofi hidup yang cukup rumit memahaminya (tapi asyik), sedulur SEWAJA Jakarta dengan gelora paseduluran kaum urbannya, Pak Onos dan sedulur PARADESA yang kian terbuai dengan keajaiban-keajaiban berbagi kasihnya, Mas Yomo dengan kenekatan yang sedikit agak malu-malunya, serta sedulur tandang Sekolah Warga yg belum bisa disebutkan satu persatu. Semua adalah wujud kesungguh-sungguhan,wujud Jihad.

Apapun bentuknya, apapun kondisinya, apapun hasilnya, bagaimanapun prosesnya itulah kemurnian, Otentisitas. Keinginan melakukan kebaikan (Lillah) yang didorong oleh niat baik (Fillah), yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar tetap baik (Billah). Lillah, Fillah, Billah. Inilah Tuhan yang bekerja. Tuhan subyeknya dan kita yang digerakkan. Yang nampak seolah-olah kitalah yang bergerak. Kitalah penggerak.

Subhanalladzi asra biabdi. Tuhan Yang maha otentik, yang menggerakkan para pengabdi yang menjaga otentisitas nya.

Semoga barakna haulahu. Keberkahan tumbuh di sekelilingnya. Siapapun dan apapun yang berada dalam lingkaran kebaikan Sekolah Warga mendapatkan keberkahan dari Allah Tuhan yang kaya.

Yogyakarta, 15 September 2019

SEKOLAH WARGA DIGERAKKAN OLEH-NYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *