Tulisan oleh : Djenar khusain Gerbang Gresik


Kepada: King Thierry Henry

Aku membagi detik
Sebagian untuk membaca
sebentar untuk menulis
Pria seusiaku menasehati
“Aku mengulang pekerjaan sia-sia
Lebih menarik lempar mata pancing”

Ketika muda
Aku merasa tidak punya satupun alasan jadi pengajar, meski ayahku tak henti mendorongnya
Terang saja, aku tak cukup punya kehalusan budi guna menjelaskan perihal semesta, rahasia warna pasir lubuk hati manusia atau miliki doa baik yang segera terkabul buat para siswa

Ah, sejak dulu akupun tidak begitu percaya pada penjelasan-penjelasan tentang semesta dari sekian pengajar yang berlalu-lalang di kepalaku
Lalu, adakah manusia yang tak bergairah dengar dentang lonceng emas dan harum tumpukan uang kertas?
Apalagi yang memikat di antara pintu-pintu rahasia milyaran manusia, selain lolong perang tak berkesudahan?: Barangkali

Aku tak tahu, apa masih punya hal lumayan bermoral untuk dibagi?

Yah, demikianlah, bagaimana saban hari
aku mengalami keanehan yang kadang-kadang sangat menipu ini: Nyeri

Lamongan 19 Agustus 2019

PRIA ANGKUH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *