Karena melihat di kalender hari ini bertanggal merah, atau hari Minggu. Kami menawarkan kepada dulur-dulur kecil kami untuk ke hutan, mencari bambu, membuat ‘pepeletokan‘ dan bermain perang-perangan dengannya. Karena faktor Usia, rencana tadi terlupa.

Ingatnya ketika dulur-dulur kecil kami ‘berisik’ di luar Rumah, dan para pegiat tak ada yang hadir pula, karena mereka baru akan datang sore nanti untuk menyiapkan ‘Layar Tanjep’. Kemudian diantara dulur kecil kami ada yang bertanya; “Jadi, Ga?” dalam bahasa sunda dan kami langsung mengiyakan.

Berbekal golok, satu diantara mereka bertugas memimpin ‘pasukan’, berjalan dengan beriringan, kemudian setelah tiba di lokasi, kami menyaksikan mereka berdiskusi untuk memilih bambu mana yang layak dibawa ke tempat main. Kami hanya hadir untuk menyaksikan saja, mereka lakukan secara mandiri.

Singkat cerita, mereka berhasil mengangkut bambu pilihannya, kemudian bergotongroyong membuatnya. men-test. membagi tim, lalu ‘berperang’.

Setelah ‘capek’. mereka kami ajak diskusi seputar ‘peristiwa’ yang dialami hari ini; tentang tanaman, tumbuhan, benda-benda, tekanan udara, hitungan, strategi dan seterusnya. (Deni Weje)

Ciamis, 9 November 2019

Pepeletokan : ‘berperang’ di Motekar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *