Judul acaranya “P4GN untuk Ibu dan Warga Cibunar & Perencanaan Pangan Gizi Mandiri“. Narasumber dari BNNK Ciamis memaparkan berbagai hal mengenai P4GN. dilengkapi oleh ‘testimoni’ Mantan Pecandu Narkoba yang juga Pegiat Sakola Motèkar yang memang sudah berkali-kali menjadi ‘Foster Berjalan’, melaluinya kami dapat mengambil pelajaran untuk bagaimana seseorang bisa menjadi ‘korban’ penyalahgunaan Narkotika, bagaimana kontribusi keluarga, lingkungan dan pergaulan menjadi penyebabnya, sekaligus juga bisa menjadi jalan untuk ‘taubat’nya.

Acara dilanjutkan dengan menyaksikan video “Dilarang Makan Kerupuk” yang didapat dari SALAM Yogyakarta. Isi film ini membahas soal junkfood atau ‘makanan sampah’ yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak yang efek jangka panjangnya juga akan berbahaya bagi anak-anak.

Film ini juga kemudian direspon oleh Kepala Puskesmas dan Staff Bidang Gizinya, setelah itu, Ibu-ibu mengadakan ‘rembugan’ untuk membuat Rencana Tindak Lanjut.

Hasilnya, Mulai minggu depan, mereka akan mengolah makanan bergizi untuk anak-anak yang bermain di setiap minggu pagi di Sakola Motèkar, ini sebagai upaya untuk ‘menceraikan’ anak dengan ‘makanan sampah’.

Acara ini masih berbau Mandiri dan GotongRoyong. BNN Kab. Ciamis dan Puskesmas hadir menjadi narasumber, pegiat sekolah warga menyiapkan teknis, dan ibu-ibu membawa makanan untuk disuguhkan, disini tak ada stempel dan nota kosong. 😀 (Deni Weje).

ibu-ibu belajar membuat kesepakatan
Motekar bebas Narkoba dan ‘junkfood’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *