(Catatan kecil perluasan sinau bareng Sekolah Warga dengan civitas akademika di IAID Ciamis)
25 November 2019

Seperti biasa ngawangkong santuy sore ini diawali dengan UDUNAN untuk kopi rokok dan makanan. kemudian dilanjutkan dengan tawasulan dan saling mendoakan,tidak lupa juga sesuai kesepakatan yaitu perkenalan perorang .

Setelah itu barulah masuk membahas tema tentang ” Nganjang Kapageto” walaupun pada akhirnya ngarembet kaditu kadieu ngabahas ini itu sesuai dengan referensi, pengalaman, dan asupan yang didapat masing masing ( Tetap menjadi semurni murninya dirimu sendiri ) .

Selain itu ngawangkong sore ini dibahas juga tentang pertemuang dengan Bang Anas ( Salahsatu pegiat lingkaran persaudaraan di UIN SGD Bandung ) hari kamis lalu yang menyempatkan main ke ciamis dan banyak bercerita tentang kegiatan lingkar persaudaraan Di UIN SGD .

Selain Dari Bang Anas ada juga Cerita dari Galang DKK Tentang Riungan Sastra Tanpa Nama ,ternyata kesamaan dengan Ngawangkong Santuy Adalah sama sama Dasarnya lingkaran Persaudaraan bahkan yang menarik adalah bagaimana mereka memasukan sastra kedalam hal yang memang disukai orangnya masing masing ( Tidak Dipaksa Harus Menyukai Ini Itu )

Seperti biasa Ngawangkong Santuy ya sudah pasti santuy sesantuy santuynya dengan diselingi canda tawa yang akhirnya perbedaan pendapatpun tidak membuat yang lain tersinggung.
Kemudian Diakhiri dengan satu lagu dan ditutup dengan hasbunalloh bersama sama.

Itu cerita yang saya dapat di Ngawangkong santuy sore ini . Karena setiap orang pasti punya cerita dan kesimpulannya masing masing . ( Itu sebabnya di akhir pertemuan tak pernah ada kesimpulan dari satu orang )

Ngawangkong Santuy #6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *