Seperti biasa, kelas mewarnai dilaksanakan di Rumah Baca Bale Empang pada sore hari. Suasana rumah baca berubah ramai dengan gelak tawa anak-anak. Setelah Minggu kemarin anak-anak disuguhi gambar ondel-ondel, hari ini anak-anak diberikan gambar Doraemon untuk diwarnai.

Melihat mereka mewarnai rasanya sangat menyenangkan dan tanpa sadar bisa membantu kita orang dewasa sedikit melupakan “hutang dan beban hidup”. Bagaimana tidak, ada yang mewarnai sampai mengernyitkan dahinya saking seriusnya. Ada juga yang saking santainya, dia mewarnai sambil tiduran. Kami menyebutnya, “Menggambar gaya buaya.” Haha

Namanya juga anak-anak, mereka tidak punya rasa takut dan kekhawatiran yang tidak perlu seperti kita orang dewasa. Maka proses mewarnai pun menjadi unik dan “berwarna” dalam arti yang sesungguhnya. Apa pasal? Ada anak yang mewarnai Doraemon dengan warna kuning, merah, dsb. Sebagai orang dewasa, kita sama-sama tahu bahwa Doraemon “seharusnya” berwarna biru. Padahal, dalam proses kreatif tidak boleh ada sekat bernama “seharusnya”. Jika kreativitas disekat kata “seharusnya”, dunia ini akan stagnan karena tidak akan ada orang yang berani melakukan kebaruan.

Kelas ini “seharusnya” mengajari anak-anak caranya mewarnai. Yang terjadi justru kami orang dewasa yang belajar dari mereka caranya menjadi kreatif yang “sesungguhnya”.

Sewaja, 1 Desember 2019

Menjadi kreatif yang seharusnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *