MEMUTAR BALING BALING
oleh : Darwis Fauzi

Kelahiran sebuah gerakan perubahan ternyata bukan pada diskusi rumit dalam forum. Bukan pula dalam rapat-rapat dengan jadi pendengar narasumber tentang apa-apa yang sifatnya retoris, diperparah dengan motivasi ada pembagian amplop di akhir acara.
GenZ dengan pola berfikir baru, sudah menangkap itu sebagai budaya yang sudah semestinya digeser ke arah pengabdian yang lebih tulus dan nyata dirasakan masyarakat.

Kita dari Karangtaruna “Adji Atmaja” sedang berproses untuk membuktikan bahwa harapan perubahan itu masih ada dan bisa dilaksanakan. Hari ini, Minggu tanggal 13 Oktober 2019, kita mendeklarasikan bahwa kita memulai kelahiran perubahan yang sebenarnya, yaitu melebur bersama warga Kelurahan Karanganyar Kebumen dengan mengadakan program kegiatan “BALING” (BAkti LINGkungan) yang hari ini merupakan putaran perdana untuk rutinan 2 minggu berikutnya. Program ini merupakan startup untuk kegiatan kedepan yang akan berfokus pada pengelolaan SAMPAH segabai program inti di tahun 2020 dan 2021.

Kawasan yang terdiri dari 8 RW dengan sebagian besar adalah kawasan yang mulai mengalami pergeseran budaya dari desa ke budaya kota, menjadi tantangan tersendiri untuk memulai kegiatan “BALING”. Sedikit demi sedikit kegiatan ini diharapkan jadi pembongkar sekat antara saya sebagai warga RW ini dan anda RW itu, saya sebagai pejabat dan anda sebagai warga biasa, saya sebagai aparatur dan anda sebagai yang diatur. Jika sekat itu sudah melebur, idealnya komunikasi akan lebih terbuka tanpa batas apapun, tentunya dalam koridor perubahan bersama menuju lebih baik.

“BALING” perdana hari ini diikuti oleh sejumlah warga RT.03/RW.02 Karanganyar sebagai tuan rumah, dibersamai sekitar 22 anggota Karangtaruna 4 RW dari total 8 RW yang ada. Untuk kegiatan baru yang akan dilaksanakan rutin 2 mingguan ini, antusias dari semua pihak sudah cukup baik, bahkan diluar ekspetasi teman-teman Karangtaruna. Warga yang menyiapkan berbagai hidangan ringan mulai dari ubi rebus sampai combro, beberapa jenis minuman panas dan dingin, sangat melunasi teriknya cuaca pagi hingga siang ini.

Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, sepertinya sungai sudah bersih seakan memanggil hujan dan siap menyambut aliran air yang akan diteruskan ke laut dan sawah sawah, kami menyudahi kegiatan ini dengan evaluasi kegiatan dan sedikit membicarakan rencana kegiatan kedepan sambil melepas lelah di emper mushola milik Mbah Ramelan yang sudah kita bersihkan sekaligus. Momentum ini juga kita gunakan sebagai wadah serap aspirasi dari masyarakat untuk kegiatan Karangtaruna “Adji Atmaja”, adapun beberapa masukan yang kami tangkap antara lain :

  1. Perlu adanya perlibatan dari pemerintahan setempat serta pihak terkait (pegawai keluarahan, polsek, koramil, puskesmas, dll) untuk gugur gunung bersama warga, supaya tersambung lagi silaturahminya.
  2. Kekompakan anggota Karangtaruna menjadi ujung tombak perubahan kondisi masyarakat yang semakin meninggalkan asas mandiri dan gotong-royong (MANDORO).
  3. Reportase di setiap kegiatan karangtaruna. Untuk nyicil budaya literasi, dan apa saja yang kita lakukan terdokumentasikan, bisa jadi pijakan untuk kegiatan kedepan.
  4. Segera dibuat website, sebagai ibu informasi kegiatan Karangtaruna. Yang nantinya memudahkan karangtaruna dalam mengelola medsos untuk persebaran informasinya.

Besar harapan semoga kegiatan ini bisa berjalan baik sehingga bisa menjadi baling-baling perubahan di masyarakat, bisa mengistiqomahi semua kegiatan, dan selalu dalam Ridho Allah SWT.

Kebumen, 13 Oktober 2019

Memutar baling-baling (Karangtaruna x SW Kebumen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *