Cisuren Kramat sebuah padukuhan di tatar Jampang, juga setiap minggu rutin mengadakan kelas kaulinan, permainan tradisional sunda untuk anak-anak juga sekaligus kelas tari. Kali ini Sekolah Warga Selam Cisuren mengadakan kelas Musik untuk warga.

Pamong SW Cisuren, Dena Irawan

Kelas Musik kali ini berusaha untuk melestarikan seni tradisi “Karinding” dan seni bermain Qosidah. Kelas Qosidah diikuti oleh ibu-ibu Cisuren. Kenangan dan kecintaannya akan alat musik yang sudah sepi dari dunia mainstream ini menjadi kelas menarik menilik sejarahnya pada ibu-ibu Cisuren. Mereka yang dibesarkan oleh kenangan akan Nasida Ria atau Roma Irama pasti mengenal betul alat musik ini.

Sedang anak-anak kali ini mengikuti kelas bambu yang melestarikan musik tradisi sunda bernama Karinding. Alat musik ini sepenuhnya terbuat dari bambu yang cara memainkannya disentilkan dengan telunjuk diujung bibir. Selain Karinding, anak-anak juga diajari bermain Celempung Renteng yang juga alat musik berasal dari bambu. Dimainkan seperti bermain perkusi nada-nada yang dihasilkan hampir menyerupai kendang di Jawa.

Demikian ibu-ibu belajar qosidah anak-anak belajar bersentuhan dengan bambu. Tumbuhan yang multifungsi, yang menyebar diseluruh Jawa.

Cisuren, 22 September 2019

Melestarikan qosidah, celempung dan karinding di Cisuren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *