Kelas Tari SW Motekar

Pagi menjelang siang tadi, pemandu tari sedang ditugaskan oleh sekolahnya untuk menjadi panitia kegiatan Lintas Alam, hari ini dia harus survei rute. Sementara anak-anak (usia SD) yang biasa belajar menari rupanya bertambah jumlahnya, kelas tari rutin tetap berlangsung meski pemandu tari berhalangan hadir. Dan anak-anak ‘pendatang’ baru tentu belum tahu gerakan dasarnya juga membutuhkan bimbingan awal tari.

Kemudian sesuatu terjadi, saya melihat satu diantara mereka didaulat untuk menjadi pemandu bagi sesamanya. dan ‘pendatang’ baru pun akhirnya terbantu untuk menyesuaikan dirinya. Proses kepengasuhan secara alamiah ini terjadi saja pagi ini.

SW Motekar

Sekitar 1 jam setelah Zhuhur, barulah pemandu sesungguhnya datang, tak menghiraukan ‘capek’ sebelumnya, mereka pun melanjutkan belajar tari bersama. dan membubarkan diri setelah tahu bahwa akan ada Ibu-ibu yang akan menggunakan tempat untuk Senam rutin di sore hari. Berbagi ruang dalam lintasan waktu demi keberlangsungan kebersamaan.

Ah, anak-anak itu. Lope pisan pokokna mah, mandiri dalam belajar tari dan bergotong royong bersama dalam kepemimpinan.

Ciamis, 15 September 2019

KEPENGASUHAN ALAMIAH
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *