Kemudi adalah perangkat pengatur arah perjalanan sebuah kendaraan. Arah ini penting, karena sampai dengan selamatnya sebuah perjalanan berkendara pada tujuan, banyak ditentukan oleh “kemudi” yang dikendalikan oleh seorang pengemudi. Bersinergi dengan sistem kemudi sebuah kendaraan dan keseluruhan bagian dari kendaraan tersebut, termasuk di dalamnya bila ada penumpang atau barang yang dimuatnya.

Yang pertama-tama disiapkan dari sebuah perjalanan berkendara adalah diri Sang Pengemudi, sehat dan terjaga kesadaran jiwa raganya. Kemudian melakukan pe’mahaman terhadap kendaraan yang hendak dikemudikannya. Hal ini secara teknis berkaitan dengan jenis, tipe dan dimensi kendaraan. Semua sistem fungsi antar komponen perlu dipastikan bekerja dengan baik.

Kembali ke Kelas Setir Mobil Gratis Sekolah Warga Paradesa, setir atau alat kemudi yang berarti bahwa agar kendaraan atau sebuah mobil berjalan dikendalikan dengan “Steer” yaitu diaturnya sudut putar roda “penggerak atau penarik” agar didapatkan pengendaraan yang aman dan nyaman sesuai haluan atau medan jalan yang dilalui.

Dalam pertemuan ke-26 ini, para pengemudi binaan Sekolah Warga Paradesa meningkatkan kemampuan olah kemudi atau driving skill lanjutan setelah sebelumnya sudah menguasai praktik dasar mengemudi (maju, mundur, zig-zag, belok, belok satu lingkaran, belok formasi angka 8).
Dilanjutkan dengan menanjak, berhenti di tanjakan, menanjak 1/2 kopling, berhenti kemudian melaju menanjak dan berbelok, mundur menanjak, serta mundur menanjak dengan berbelok.
Kemudian parkir mundur masuk garasi atau sebaliknya, parkir paralel, parkir menepi di jalan sempit, hingga praktik mengasah kemahiran skill mengemudi di jalan raya.
Ada banyak kemajuan kemahiran dalam praktik di lapangan dan di jalan raya, maupun di jalan sempit atau gang. Sebagai contoh;

  1. Saat di jalan yang agak sempit, antisipasi atau pengepasan tepi kanan mobil dengan kendaraan yang berlawanan arah, demikian juga tepi kiri agar tidak terperosok ke parit di tepian jalan.
  2. Berhenti di lampu traffic light, saat lampu merah; antisipasi jarak berhenti dengan kendaraan di depannya dalam jarak aman.
  3. Respon pengereman saat terjadi keadaan darurat, di sini diasah “ketenangan” untuk dapat siaga melakukan pengereman dengan berusaha selamat dari obyek depan (tidak nabrak) dan antisipasi jarak kendaraan di belakangnya melalui spion kanan-kiri maupun mirror di tengah kabin kemudi (agar tidak tertabrak dari belakang).

Kendala yang kerap terjadi:

  1. Sebagai pengemudi pemula, masih sering lupa untuk melepaskan “Hand Brake/ Hand Rem/ Rem Tangan” sehingga pada mobil sistem manual saat melepas kopling mesin akan mati, dan pada mobil matic akan terasa berat geraknya.
  2. Dari perbedaan jenis dan tipe mobil yang digunakan untuk latihan, masih terjadi “miss” kekurang tepatan dalam “berbelok/ manuver” disebabkan perbedaan sistem kemudi/ steering. Yaitu sistem power steering & non power steering, pertama karena terasa ringan dan berat saat stir diputar, kemudian “rake/ sudut putar” yang berbeda di antara beberapa jenis mobil. Sehingga terjadi oversteer dan understeer saat berbelok dikarenakan telat atau terlalu cepatnya memutar stir.
  3. Penguasaan sistem 1/2 setengah kopling pada mobil tipe transmisi manual, saat mobil berada pada posisi berhenti di ujung sebuah jalan kemudian dilanjutkan melaju berbelok menanjak, terjadi tidak selarasnya pelepasan kopling yang terlalu cepat dari injakan pedal gas sehingga beberapa kali mesin mati, di sini sangat diperlukan penguasaan keadaan darurat yaitu segera menarik tuas rem tangan atau segera menginjak pedal rem sehingga mobil tidak meluncur mundur.
  4. Penguasaan mirror atau spion pada saat parkir mundur masuk garasi dan parkir paralel, masih sering terjadi pengambilan sudut yang tidak tepat sehingga mobil gagal masuk area parkir, atau menabrak pembatas parkir.

Ibarat menjaga sinergi sistem kemudi sebuah mobil yang perlu selalu dalam kondisi baik, Pak Onos sebagai Pengasuh dan para Pamong juga berupaya selalu menjaga kesinambungan jalinan paseduluran antar warga Sekolah Warga Paradesa agar suasana latihan bersama terasa mengasyikkan dan penuh kegembiraan, dan selalu berharap dan berdo’a untuk keselamatan, kelancaran dan kebermanfaatan bersama. Sehingga semoga kelas setir berikutnya dapat terselenggara dengan lebih baik. By WahDan Adi ,,penggiatsw paradesa

KELAS SETIR 25 PARADESA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *