Berawal dari salah satu dudulur Sakola Motekar yang masih berstatus pelajar di Sekolah Dasar namun sudah menggunakan gadget sehari² nya melalui pesan Whatsapp ke rektor SW-SM Mang Deni Wéjé. Isi pesannya sebagai berikut :


Tati : “Pak kalo kelas matematika diadakan kapan aja”
Deni WeJe : “Gimana yang mau belajar dan ngajarnya aja”
Tati: Kemarin malam Abi sering temen temen, kesana cuman ada ank²doang pak

Selanjutnya dishare-kan ke grup Sakola Motè🔺r (penggiat) dan spontan karena ingat pernah ada kelas Matematika sebelumnya maka oleh salah satu penggiat di kontak, menanyakan kesanggupan untuk membuka kelas matematika.

Dari grup WA tersebut lalu disetujui bahwa dibuka kelas Matematika. Beberapa jam setelah itu ada beberapa dulur SW-SM yang lewat dan di informasikan bahwa kelasnya akan dibuka ba’da magrib.

Informasi menyebar begitu cepat, setelah magrib anak-anak mulai berdatangan untuk mengikuti kelas ,sebelum datang pasilitator matematika kelas diisi dulu oleh salah satu penggiat dengan nyanyian-nyanyian anak. Kelas Matematika berjalan diikuti oleh 13 peserta.

Ada pun Kang Andi, salah satu pegiat kini ‘diharamkan’ untuk bergabung di Sakola Motèkar setiap hari Minggu, karena Dia dan timnya sudah harus mengabdi di kampungnya sendiri.

Ciamis, 5 Oktober 2019

Kelas Matematika di Motekar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *