Setelah Workshop Akting dan Music Sharing selesai di Sore hari, Tim artistik dibantu pegiat mulai mendekorasi arena pementasan. beberapa properti pendukung mulai terpasang. namun semuanya urung dituntaskan, karena hujan turun dengan lebat, bahkan sebagian properti harus dilepas kembali.

kemudian acara tetap kami lanjutkan dengan bercengkrama, senda gurau dan juga bercerita berbagai hal. lalu karena menjelang dan bakda magrib, menjelang dan Bakda isya hujan pun tak kunjung reda, kami sepakati “jika 19.30 tak juga reda, kita tunda saja ‘pentas’nya, bisa besok malam, besoknya lagi, atau kapan pun”

kondisinya masih sama. maka 19.40, pesan WA berisi penundaan pentas ditulis dengan hati-hati, namun sebelum terkirim, Pesan Masuk dari Group WA, kami dapati berupa Photo dulur-dulur kecil kami dengan berkostum penari yang siap tampil.

Tak tega hati, itu yang kami rasakan ketika ingin ‘menggagalkan’ pertunjukan. dibantu oleh semua yang masih ada di lokasi, sambil diguyur gerimis, “the power of kepepet” kami lakukan, mencari alternatif agar mereka bisa tampil. bagian depan rumah dibereskan untuk menjadi panggung, tenda-tenda pinjaman dirapikan untuk penonton, pengatur lampu dan operatos sound. pukul 21.00-an lebih, acara pun dimulai setelah Dulur-dulur kecil kami diantar Ibu-ibu dan para remaja datang dengan berpayung. Alfatihah dan sholawat nariyah diucapkan bersama. lalu berbagai tarian dan Monolog ‘Boèh’ dipersembahkan.

Ibu-ibu yang sejak beberapa hari lalu latihan bersholawat urung tampil. begitu pun para remaja yang juga berlatih. namun sore dan malam itu, mereka lebih memilih ‘mendandani’ adik-adiknya. dan seolah mengatakan; “yang penting adik-adik kami bisa tampil”.

Tampil? dapat apa? tepuk tangan? piala? penghargaan?, kami yakin bukan itu yang mereka tanyakan dan cari. mereka sedang mengajarkan kepada kami apa yang sering kami tuliskan; “Tandang Satuntasna”. mereka sedang memberi ilmu nyata kepada kami untuk Menuntaskan apapun, dalam kondisi bagaimana pun.

Nuhun Dulur-dulur kecil dan Remaja, juga para Ibu.

Ciamis, 15 Desember 2019
Deni Weje
Pamong Sakola Motekar

Kabar dari Gelar Mandoro Motekar Ciamis bag-2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *