Minggu ini pertemuan Ranc🔺gé kembali digelar, masih bertempat di perpustakaan Sabilulhuda. Walaupun kondisi cuaca gerimis sejak tadi pagi tetapi tidak mengurangi semangat para dulur-dulur kecil untuk berkegiatan seperti biasanya.

Karena situasi kondisi diluar tidak memungkinkan untuk beraktifitas, seperti mengasah minat bakat dalam bidang olahraga, maka untuk minggu ini ditunda terlebih dahulu.
Kegiatan minggu ini, para dulur-dulur kecil dipandu ‘medar kaulinan’ kembali, seperti ‘endog-endogan’ ‘hompimpah’ dan ‘paciwitciwit lutung’. Wajah keceriaan dari dulur-dulur kecil kami sangat terpancar. Sunguh asyik dan menyenangkan!

Selepas ‘medar kaulinan’, saya bersama pegiat yang lain coba memandu untuk menyanyikan lagu oleh-oleh dari Mbah Deni WéJé yang beberapa waktu lalu telah mengikuti kegiatan Workshop dari SALAM Yogya.

Kemudian setelah itu, saya baru ingat ternyata dulu saya sempat membuat song dan lirik lagu bersama Usep (salah seorang pegiat disini) tentang Ranc🔺gé, judul lagunya: NGORA RANC🔺GÉ (lagu bernuansa Sundaan) kalau diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia artinya yaitu ‘Pemuda yang Cekatan/Trengginas’. Diperkenalkanlah lagu ini kepada dulur-dulur kecil kami. Alhasil merekapun langsung menangkap setiap barisan lirik dan nada yang kami lantunkan ini, ya walaupun suara-suara mereka masih agak belum terkontrol terkait tinggi rendah nadanya. Hehe
Ah semoga saja ini dapat diingat dan dikenang oleh dulur-dulur kecil kami. Suatu saat, untuk masa depan!

Salam Seduluran…
Salam Ranc🔺gé…

Rancah-Ciamis, 03 November 2019

Gerimis, tetep ngaulin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *