Sedikit saya kabarkan, dari selaksa nilai-nilai yang saya cermati selama ” mendengarkan ” Tenas VIII lampau, tangkapan-tangkapan makna didapati dari ” keyword “ yang menjadi aksen beberapa pembicara yang membersamai.

Peka dan Interaksi menjadi katakunci yang kami angkat diperbincangan tadi. Ini tentunya dalam rangka aktualisasi SW Sakola Motékar kedepan. Dari dua katakunci itu, kemudian saya pertemukan dengan gagasan tajamnya Abi Yadi (hasil dari oleh2 perjalanan pulang dari Jombang, singgah di Jogja) berkaitan dengan Hobi-Keinginan-Keahlian-Kewajiban. Meski stuck menjadi kebingungan kolektif, setidaknya kita akhiri dengan membuahkan simpulan dini:

  1. Output dari tatanan pendidikan di Sakola Motékar mencakup 4Wi= Wiraga-Wirahma-Wirasa-Wiguna .
  2. Pencapaian Output terhadap OutCome diatas:
    a. Wiraga, Wirahma, Wirasa – Mandiri
    b. Wiguna – Gotongroyong
  3. Alat ukur sekaligus kontrol terhadap Output tersebut dengan melalui Kesadaran: Diri, Bentuk, Ruang.
  4. Kata kerja yang dipakai dalam mengidentifikasi Hobi-Keinginan-Keahlian-Kewajiban adalah:
    Hobi(DITEKUNI)-Keinginan(DILAKUKAN)-Keahlian(DIPELAJARI/DILATIH/DIASAH)-Kewajiban(DITAATI).
  5. Personal Guarantee merupakan local genius masyarakat kita, jika di tatar sunda dikenal dengan istilah Panca Kaki – yang bisa kita jadikan legitimasi dalam upaya membangun Trust masyarakat.

Dipenghujung percakapan akhirnya perlu saya sarankan pada teman2 pegiat, agar Tatanan ini sementara kita simpan di alam bawah sadar, agar hari esok kita tetap melangkah menuju implementasi, setidaknya menjadi laku atas tindak lanjut.

Teundeun na handeuleum sieum, tunda na hanjuang siang. Cag!

(Ebel_pegiat)

CATATAN TENAS VIII | Kang Ebel, Ciamis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *