Mendekati pukul 10 pagi, gerimis mulai berhenti. Satu persatu dulur-dulur kecil kami berdatangan, mereka langsung bermain ulin seperti biasanya, kemudian disusul beberapa penggiat. Lalu datang pula Teh Kinanti, kali ini adalah keharidan keduanya setelah minggu lalu shodaqoh Bahasa Jepang. lalu mang Tatang pun juga turut hadir membersamai.

Sambil menunggu yang lain, acara minggu pun dimulai seperti biasa, Apel pagi. cuma hari ini digelar di depan Saung, karena tempat kami bermain dalam keadaan ‘Jeblog’. kemudian kami berkumpul, lalu memanfaatkan keahlian mang Tatang dalam menabuh alat musik kendang, selain kesediaanya melatih alat musik tabuh itu, beliau pun menawarkan kami jika ingin belajar Upacara Adat, dan Masak, beliau bersedia menjadi fasilitatornya. Keberkahan sekali bagi kami warga Motekar.

Selanjutnya, Ada yang belajar bahasa jepang (teh Iin, fasilitator English pun ikut belajar), ada yg belajar menari, ada juga yang bertukar pikiran atau bermain.

Sebelum istirahat Shalat Dzuhur, kami berkumpul kembali. kami membuat kesepakatan untuk minggu depan. ini berkaitan dengan Pangan Gizi (non ‘junk food’) yang kami diskusikan sebelumnya dengan Ibu-ibu pada Kamis 31 Oktober. Ibu-ibu akan mengolah makanan, dan anak-anak akan menjadi konsumennya, ini rencananya.

Setelah Istirahat, sebagian kami belajar Bahasa Inggris dengan Teh Iin, dan Teh Kinanti pun kali ini menjadi pesertanya. sedangkan sebagian yang lain, bergabung untuk mengembangkan lahan tanam dan memisahkan sebagian tanaman yang sebelumnya ditanam di polibag pada saat kelas tani remaja bulan lalu.

Ciamis, 3 November 2019

Belajar macam-macam di Motekar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *